Berpisah Dalam Damai

Dikatakan di neraka penuh siksaan ini dan itu, dibakar, dipanggang, dipotong, dll. Katanya begitu. Tapi tidak ada siksaan berpisah dari yang dicintai, karena ditinggal mati, atau dikhianati. Padahal seringkali siksaan karena perpisahan dengan yang dicintai jauh lebih menyakitkan, lebih neraka dari neraka.

Siapa pun itu entah dia kaya atau miskin, pria atau wanita, bahkan binatang pun pasti sedih dan menderita ketika mengalami perpisahan dengan yang dicintainya. Yang dicintai bisa kekasihnya, orang tuanya, anaknya, saudaranya atau sahabatnya.

Sifat dari kesedihan itu seperti pasir hisap, semakin tenggelam dan susah untuk keluar. Diperlukan bantuan seorang sahabat atau seorang Guru yang memiliki energi suka cita yang besar untuk mampu membantu seseorang yang bersedih itu keluar dari pasir hisap kesedihan.

Dan perpisahan adalah pasti. Tidak ada yang kekal. Hidup ini rapuh, kematian adalah pasti.

Sang Buddha mengatakan; “banyaknya air matamu karena menangisi perpisahan dengan yang dicintai di semua kelahiranmu yang sebelumnya lebih banyak dari air di tujuh samudera.” Sering kali kita memandang remeh pada orang yg mengalami kesedihan, kita tidak berpikir bahwa hal yang sama juga menunggu waktu terjadi pada kita. Perpisahan dan kematian sedang dalam proses terjadi pada kita. Berlatihlah untuk bisa menghadapinya dengan tenang, tanpa ketakutan, dan tanpa kesedihan, tanpa penderitaan

Dari status facebook @gedeagustapa 20 pebruari 2020

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *