Cara Terbaik Siwaratri

Sebentar lagi malam Siwararti, Siwaratri artinya malam Siwa, malam keterjagaan. Arti kata Siwa ada banyak, salah satunya adalah baik, terjaga, sadar, sang sadar. Umat Hindu pemuja Siwa akan bergadang semalaman dengan maksud agar terjaga.

Makna secara luar dari terjaga adalah bergadang, tidak tidur. Tapi cara ini belum terjaga yang sesungguhnya. Disebut makna luar karena dapat dilihat dari luar oleh orang lain. Dapat diketahui bahwa mata kita terbuka, tidak tertidur semalaman. Belum terjaga pada keadaan yang melampaui kelahiran dan kematian, belum terjaga pada sang Siwa itu sendiri.

Makna yang secara dalam, makna yang lebih mendalam, di dalam, adalah terjaga pada keterjagaan itu sendiri, terjaga pada sang sadar, sang Siwa, yang mana sang keterjagaan itu bukanlah pikiran, bukan tubuh, bukan emosi, bukan perasaan-perasaan, bukan sensasi-sensasi, bukan imajinasi, bukan bentuk atau rupa, bukan memori. Dan sang keterjagaan itu juga bukan sesuatu yang solid atau padat, bukan sesuatu yang ada sebagaimana hal-hal materi dan mental ada, oleh karenanya ia tidak dapat dikatakan ada. Tetapi juga tidak dapat dikatakan tidak ada. Oleh karenanya dikatakan melampaui ada-tidak ada (hana tan hana).

Karena sang keterjagaan itu bukan tubuh, maka ia melampaui kelahiran dan kematian. Karena sang Keterjagaan itu bukan pikiran, bukan perasaan, bukan emosi-emosi, bukan berbagai sensasi-sensasi maka ia melampaui suka dan duka, melampaui segala susah-senang, melampaui bahagaia-sedih, melampaui segala penderitaan.

Berdiam di keadaan itu, terjaga pada sang keterjagaan dan diam di keadaan itu bukan sebagai siapa-siapa, adalah cara terbaik merayakan Siwaratri. Dan tentu di keadaan itu tidak bisa menjadi siapa-siapa, hanya ada satu kemungkinan yaitu menjadi bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, karena bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa maka tidak dapat dijelaskan, acintya.

Siwa disebut sebagai pelebur dunia, penghancur dunia. Ya, di keadaan terjaga pada sang keterjagaan di dalam maka dunia lenyap, hancur lebur. Tidak ada persepsi, tidak ada sensasi, tidak ada bentuk atau wujud atau rupa, tidak ada pikiran, tidak ada perasaan, tidak ada emosi. Apa yang disebut dunia adalah bentuk/rupa/wujud, perasaan, emosi, persepsi, sensasi-sensasi, pikiran-pikiran.

Jika belum bisa di sana, belum bisa berdiam di keterjagaan pada sang keterjagaan itu sendiri maka merayakan siwaratri di luar dengan bergadang semalaman juga Ok. Habiskan malam dengan berjapa Om Nama Siwa Ya, meditasi, menyanyikan pujian-pujian, mempersembahkan berbagai persembahan.

Terjaga, terjaga, terjaga..!!!

Jay Om Nama Siwa

Dari status facebook @gedeagustapa 22 januari 2020

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *