Sarwa Buddha Namo Namah
Buddha dan keBuddhaan bukan seperti konsep tuhan pada agama non-Dharma. Bukan sesuatu yang harus disembah, dibela, ditakuti. Bukan sesuatu yang akan menghukum dan memberi hadiah dan pahala. Bukan yang jika tidak diikuti perintahnya akan menghukum di neraka, dan jika dituruti perintahnya akan membawa ke surga. Buddha bahkan tidak memberi perintah, hanya memberi saran dan metode bagi mereka yg hendak berlatih.
Satu-satunya hal yang diinginkan oleh Buddha Gautama, dan juga semua Buddha dari masa lalu, semua Buddha di saat ini, dan semua Buddha di masa yang akan datang adalah supaya kita menyadari keBuddhaan di dalam diri kita, menjadi sadar, menjadi terjaga akan kesejatian diri kita yang juga adalah Buddha. Dengan menyadari keBuddhaan di dalam diri, menjadi Buddha, seseorang terbebas dari surga dan neraka, terbebas dari seluruh penderitaan di enam alam samsara.
Dan untuk itu, semua Buddha dari masa lalu, masa sekarang dan semua Buddha di masa mendatang mengajar, membimbing, melatih, memberi metode, agar para makhluk khususnya manusia dan para dewa menyadari keBuddhaan di dalam diri mereka yang mana keBuddhaan itu adalah kesejatian dari segala sesuatu.
Om…
Sarwa Buddha Namo Namah
(Hormat kepada semua Buddha)
Dari status facebook @gedeagustapa 3 januari 2020