Dari Dalam ke Luar
Bermeditasi, mengakses kebahagiaan dan keindahan di dalam diri, menyadari tak terpisahkannya kekosongan dan kasih sayang bukanlah hanya untuk pembebasan saja, bukan hanya untuk menghindari kelahiran di enam alam samsara, tetapi juga untuk membuat hidup ini lebih indah, lebih penuh suka cita.
Siapa pun yang mengakses kebahagiaan di dalam itu, mengakses keindahan di dalam itu, ia akan membuat hidup ini lebih indah. Ia akan memancarkan kebahagiaan dan keindahaan, ia akan mengekspresikan kebahagiaan dan keindahan, ia akan menciptakan kebahagiaan dan keindahan. Kebahagiaan dan keindahanya mewujud pada karya-karyanya. Ia tidak mungkin dapat melakukan teror, bom bunuh diri. Ia memiliki apresiasi yang mendalam pada hidup. Ya, ia memang tida tertarik pada keserakahan, tidak tertarik pada politik, tidak tertarik menimbun lebih banyak harta, ia seolah tidak perduli pada hal itu, tapi sesungguhnya ia sangat perduli dengan kehidupan manusia dan keseimbangan alam. Ia tertarik untuk membuat hidup ini lebih indah, lebih penuh suka cita.
Budaya Bali, yang begitu indah, terkenal hingga ke penjuru planet ini, berdasar dari semangat itu. Tapi belakangan lebih banyak keserakahan muncul atas nama bisnis, atas nama investasi, atas nama pertumbuhan ekonomi. Lupa menjaga keharmonisan, mulai menuju kehancuran.
Oleh karenanya, perlu lebih banyak orang lagi yang bermeditasi, yang mengakses kebahagiaan dan kasih sayang di dalam diri. Bukan saja demi pembebasan spiritual tapi juga demi kesejahtraan dan keharmonisan hidup di sini bersama alam, bersama seluruh binatang dan tumbuhan, bersama ekosistem. Jangan lupa sabda agung tentang Dharma adalah: Mokshartam Jagathita ya ca iti Dharma (Untuk terbebaskan dan untuk hidup disini dengan sejahtera harmonis bahagia adalah tujuan dari Dharma)
Dari status facebook @gedeagustapa 30 Desember 2019