“Yang Itu”

Setiap orang yang mengetahui Yang Itu, selalu ingin memberi tahu dan menunjukkan kepada orang lain tentang Yang Itu. Tapi ia juga tahu siapa yang bisa diberi tau dan siapa yang tidak bisa diberi tahu. Ia juga tahu siapa yang tahu dan siapa yang tidak tahu.

Sungguh sangat sangat sedikit orang yang siap diberi tahu. Kebanyakan orang sangat rendah kecerdasannya untuk menelaah dan memeriksa Yang Itu. Sebagian orang lagi terlalu banyak informasi di kepalanya, merasa tahu berlagak tahu tapi sebenarnya tidak tahu. Sebagian lagi memiliki kepasitas untuk tahu tapi memilih menggunakan kecerdasannya dan sumber dayanya untuk hal yang lain.

Walau pun sang Buddha ingin memberi tahu sebanyak mungkin orang tapi beliau mengibaratkan seperti bunga teratai. Tidak semua bunga siap mekar. Kuncup yang terlalu muda yang terlalu jauh di bawah di dalam air, tidak dapat diberi tahu. Kuncup itu harus berproses dulu menuju kematangan, menuju ke permukaan. Yang siap untuk diberi tahu adalah kuncup yang sudah siap mekar, yang sudah mendekati permukaan air.

Mengetahui Yang Itu, adalah tujuan tertinggi evolusi kesadaran spiritual semua makhluk. Yang Itu adalah hakikat keberadaan semua makhluk. Walau pun semua makhluk tidak pernah terpisah dari keadaan Yang Itu, tidak banyak yang bisa mengetahui dan menyadarinya.

Petunjuk telah ditinggalkan dimana-mana. Di dalam pahatan, di dalam kidung, di dalam upacara, di dalam mantra, dan di dalam banyak hal lainnya lagi. Tapi orang-orang sangat tidak peka, terlalu teralihkan oleh hal-hal remeh yang akan membawa mereka ke penderitaan saja.

Dari status facebook @gedeagustapa 6 oktober 2019

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *