Pohon & Tanah Politik.
Jika pohonnya tidak berbuah, jangan buru-buru menyalahkan pohonnya. Bisa jadi tempat tumbuhnya, media tanamnya yang gersang tanpa nutrisi.
Walau pun pohonnya adalah tanaman obat, tapi jika nutrisinya tidak cukup, unsur haranya tidak cukup, pohonnya tidak dapat berbuah.
Budaya, keadaan politik negeri, keadaan perekonomian negeri, adalah tanah tempat di mana pohon-pohon manusia itu tumbuh.
Ada dikatakan bahwa Anutara Samyak Sambuddha (Buddha Yang Sempurna) hanya akan muncul di tanah dengan budaya Dharma yang subur. Di sini mengacu pada peradaban Jamvudwipa, atau peradaban Bharata. Bukan di tempat gersang tanpa Dharma, bukan di gurun pasir spiritual. Buddha, keBuddhaan, adalah buah manis dari pohon umat manusia.
Bahkan beberapa teks-teks yoga dan tantra mengatakan agar para yogi, para pertapa, para tantrika, berlatih di wilayah di mana raja dari wilayah itu tidak menentang yoga, tidak menentang Dharma. Lebih jauh dikatakan agar para praktisi mencari tempat di mana raja dari wilayah itu mendukung ajaran-ajaran yoga, mendukung ajaran Dharma.
Adalah penting bagi para praktisi untuk tidak terlalu anti pati dengan keadaan politik negeri. Walau pun hanya sekedar tau. Bagaimana pun jika raja yang berkuasa menentang Dharma dan praktik-praktik yoga dan tantra, maka ajaran-ajaran tentang pembebasan akan sulit ditemui, sulit menemukan tempat berlatih yang mendukung. Keadaan yang seperti itu akan membawa kemunduran dan kerugian bagi banyak makhluk.
Semoga pemimpin kita melindungi dan mendukung ajaran Dharma. Semoga pemimpin yang melindungi dan mendukung ajaran Dharma dilindungi dan didukung oleh Dharma, oleh para Dewa, oleh para Buddha dan Boddhisatwa, oleh para naga, yaksa, dan raksasa, oleh para guru-guru suci, dan oleh semua Dharmapala.
Dari status facebook @gedeagustapa 1 oktober 2019