Benih & Buah
Tidak ada buah tanpa benih. Buah yang dituai saat ini adalah benih yang ditanam dan dirawat dari masa lalu. Secara fisik manusia adalah benih yang ditanam ayah di rahim ibu. Secara intelek, manusia adalah buah dari benih informasi yang ditanamkan di pikirannya. Secara budaya kita adalah buah dari benih yang ditanam para pendahulu kita, para sesepuh, para leluhur, puluhan tahun lalu, ratusan tahun lalu, hingga ribuan tahun lalu.
Apa yang ada, membutuhkan benih. Benih adalah penyebabnya. Jika benih dari pohon beracun yang ditanam dan dirawat, maka akan tumbuh pohon beracun dan menghasilkan buah beracun. Jika benih tanaman obat yang ditanam, dan dirawat, maka pohon obat yang tumbuh dan berbuah.
Apa yang terjadi di negeri ini sekarang, individu dan kelompok masyarakat yang damai dan juga kelompok masyarakat yang culas dan rusuh, adalah buah dari benih-benih yang ditanam di masa lalu, bertahun-tahun yang lalu, puluhan tahun lalu, ratusan tahun lalu, ribuan tahun lalu.
Jika ingin di masa depan pohon yang berbuah adalah pohon dari tanaman obat, tanaman pangan, tanaman yang berbuah manis dan bermanfaat, dari sekarang benihnya harus ditanam. Pohon beracun dan benih-benih beracun juga harus disingkirkan dan diberangus supaya tidak menjadi gulma bagi tanaman pangan, bagi tanaman obat , dan tanaman lainnya yang lebih bermanfaat bagi semua. Si Penabur Benih sedang menabur dan menanam benih, dia juga merawat benih-benih itu. Semoga berbuah manis dan bermanfaat bagi banyak makhluk.
Dari status facebook @gedeagustapa 30 september 2019