Air Mata

“Banyaknya air matamu karena menangisi perpisahan dengan yang dicintai di banyak kehidupan melebihi banyaknya air di tujuh samudera.” Begitu kata sang Buddha.

Berpisah dari yang dicintai, karena apa pun, terlebih karena kematian, adalah hal yang berat dan menyedihkan. Tetapi ini adalah hal yang pasti dan tidak dapat dihindari oleh yang paling kuat dan berkuasa di bumi sekali pun.

Manusia menolak kenyataan ini, yang mana adalah sebuah fakta di depan matanya. Manusia lebih memilih meninabobokkan dirinya, menolak melihatnya, seolah perpisahan dan kematian tidak akan pernah terjadi.

Kebersamaan dengan yang dicintai sering membuat lupa akan kesendirian yang abadi. Selagi bersama dengan yg dicintai, pejamkanlah mata, masuklah ke dalam, sadari kesendirian yang abadi. Setiap hubungan hanya di permukaan. Setiap orang, sejatinya sendiri. Terimalah ini, jangan lari dari kesendirian itu.

Bangun lah bangun, terjaga lah terjaga, lihat lah lihat, betapa palsunya semua ini. Jangan terbuai, jangan tertipu. Semua yang datang pasti berlalu, semua yang muncul pasti lenyap, semua yang lahir pasti mati. Jangan menggenggamnya erat-erat, sebab itu adalah sumber derita.

Sadarilah, di dalam diri adalah sumber kebahagiaan yang selama ini dicari, sumber kepuasan, rasa tercukupi, terpenuhi. Dari dalam, dari dalam. Istirahat di sana, di keheningan yang membahagiakan itu.

Dari status facebook @gedeagustapa 4 Juni 2019

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 111

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *