Jika Karma Baik Cukup

Jika karma baik seseorang mencukupi dan didukung oleh kondisi yang sesuai, bahkan hanya mendengarkan beberapa kata atau membaca beberapa ungkapan Dharma seseorang bisa tercerahkan. Dalam satu jentikan jari “phat” dia bisa terbebaskan.
Kedengarannya tidak masuk akal. Ya,. karena kita pikir itu tidak masuk akal maka ia menjadi sulit. Kita berpikir bahwa seseorang perlu menjalani pertapaan yang keras untuk terbebaskan. Karena konsep itu lah ia menjadi sulit.
Buddha memang menjalani pertapaan yang keras. Tapi murid beliau banyak yang menyadarinya dalam satu jentikan jari. Karena Buddha memberi petunjuk langsung. Beda dengan beliau yang mencari sendiri tanpa ada yang memberi petunjuk.
Bahiya, seorang pertapa yang mengira dirinya sudah tercerahkan, tinggal di goa yang menghadap laut, di hormati oleh penduduk sekitar. Suatu hari ketika sedang duduk meditasi di goanya sesosok Dewa datang padanya dan berkata “Bahiya, kau belum tercerahkan, belum mencapai tataran kesucian apa pun. Pergi dan temui sang Buddha dan mohon lah petunjuknya.” Bahiya segera pergi menemui sang Buddha setelah menempuh perjalanan yang jauh.
Ketika bertemu sang Buddha, ketika itu Buddha sedang meminta pemberian makanan dari penduduk desa. Karena tidak sabar Bahiya mendesak Buddha agar memberikan petunjuk. Sang Buddha meminta ia bersabar karena beliau masih meminta pemberian makanan. Tapi Bahiya tidak sabar dan terus memohon dan mendesak Buddha untuk memberikan petunjuk. Setelah tiga kali memohon akhirnya Buddha memberi petunjuk singkat. Hanya beberapa kata. Bahkan kalimat Buddha tidak lebih panjang dari status saya ini. Tapi seketika itu Bahiya terserap dan tercerahkan. Ia mencapai tingkat kesucian Arahat dan terbebaskan lah Ia dari siklus kelahiran kembali. Petunjuk yang diberikan sang Buddha kepada Bahiya dapat dibaca pada Bahiya Sutta. Silahkan googling.
Sesederhana tubuh kita dengan ruang. Tapi sangat jarang dari kita menyadari kehadiran ruang. Sebab ia kosong, tidak terlihat, menyatu dengan segala sesuatu, tempat segala sesuatu. Bahkan tubuh kita pun adalah ruang. Tidak pernah kita terpisah dari sang Ruang. Namun mata kita selalu tertuju pada objek solid dan melewatkan ruang di antara mata dan obje solid itu.
Di ajaran Tantrayana atau Bajrayana ada mantra agar pembebasan dapat dengan mudah direalisasi. Tapi mantra ini harus dbarengi bhakti yang kuat pada Guru atau pada Dharma. Mantra ini berkaitan dengan teknik penyatuan dengan bathin Guru. Menyatukan pikiran kita dengan pikiran Guru. Karena Guru sudah merealisasi pembebasan maka menyatukan pikiran dengan Guru tersebut akan dengan mudah membuat kita merealisasi pembebasan. Metode ini dalalm bahasa sansekerta disebut GURU YOGA (Menyatu dengan Guru). Guru yang telah menyadri kesatuannya dengan sang semesta adalah sang semesta itu sendiri. dan juga kita adalah itu, tapi kita hanya lupa saja. Mantra itu adalah OM AH HUNG BAJRA GURU PADMA SIDDHI HUNG. Mantra ini adalah mantra dari Guru Padmasambhava.
Oleh karenanya jangan berkecil hati, jangan pesimis, dan jangan ragu. Pembebasan itu sangat dekat. Hanya dalam satu jentikan jari “phat”. Di kehidupan ini terbebaskan dan berhenti terus menerus menjelma di alam-alam penderitaan. Om Ah Hung Bajra Guru Padma Siddhi Hung.
