Ada dikatakan; “manusia yg ada sekarang ini semuanya pernah menjadi raja, pernah menjadi dewa, pernah menjadi brahma, di sekian banyaknya kalpa yang tak berhingga jumlahnya, tetapi kita lupa.”

Dan lebih dari itu, pada awalnya kita semua adalah Buddha. Tetapi kita lupa. Beberapa telah mengingat kembali kesejatiannya. Sebagiannya lagi masih lupa. Terlalu asik bermain peran sehingga mengira dirinya adalah suatu makhluk, suatu individu dan bukan Buddha. Oleh karenanya perjalanan menuju pencerahan disebut juga perjalanan kembali pada kemurnian awal.

Kalpa demi kalpa berlalu dan masih saja lupa.

Orang Hindu mengatakan satu kalpa setara dengan seribu siklus yuga. Satu siklus yuga terdiri dari empat yuga; Satya yuga, treta yuga, dwapara yuga dan kali yuga.

Satya yuga lamanya 1.728.000 tahun.

Treta yuga lamanya 1.296.000 tahun.

Dwapara yuga lamanya 864.000 tahun.

Kali yuga lamanya 432.000 tahun.

Sang Buddha memberi perumpamaan mengenai berapa lama kah satu kalpa itu. Bayangkan sebuah kotak kubus yang panjang masing-masing sisinya adalah 1 yojana (15 km). Setiap seratus tahun seseorang memasukkan satu butir biji sawi ke dalam kotak itu. Bahkan lamanya waktu untuk membuat kotak kubus itu penuh belum lah setara dengan satu kalpa. Masih lebih lama lagi satu kalpa itu.

Lama, sangat lama sudah mengembara di berbagai alam, di banyak kelahiran. Lahir, menua, sakit dan mati. Mengalami banyak perpisahan, mengalami banyak kesedihan, mengalami banyak canda tawa dan juga derita.

Selalu, menuruti hiruk pikuk dunia dan terjebak pada kesibukannya membuat kita lupa untuk kembali ke kemurnian awal

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *