Melihat & Sampai
Tidak mudah untuk melihat ke dalam ke sumber datangnya perhatian. Sebab sedari dulu dan secara otomatis perhatian mengarah ke luar melalui mata menuju objek-objek.
Sekian lama perhatian terbiasa mengarah ke luar karenanyalah manusia tersesat mencari di luar. Tuhan ada nun jauh di sana di luar. Rumah Tuhan pun nun jauh di sana di luar. Apa pun yang dikerjakan mengarah ke luar terus. Upacaranya, moralitasnya, usahanya, doa-doanya adalah untuk sesuatu nun jauh di luar sana. Berapa lama kah sekian lama itu? Sangat lama, tak terhitung lamanya waktu di banyak kelahiran.
Manusia yang tersesat sejatinya adalah mereka yang cuma tahu melihat ke luar. Ia tidak tahu membalikkan perhatiannya melihat ke sumber datangnya perhatian itu.
Melihat ke dalam bukanlah tentang menjadi suci, bukan juga demi Tuhan, bukan juga tentang menjadi baik dan bermoral, apalagi menjadi sakti mandraguna. Sama sekali bukan.
Melihat ke dalam adalah Sampai. Sampai adalah beristirahat dari kelelahan perjalanan. Karena beristirahat ia Sampai. Karena Sampai ia Beristirahat.
Segitu saja yang bisa diungkapkan untuk hari ini.
Dari status facebook @gedeagustapa 11 april 2023