Dedikasi Mantra untuk yang Meninggal Supaya Terlahir di Alam Bahagia
Adalah penting mendedikasikan mantra untuk mereka yang meninggal. Di tradisi ajaran Buddha Mahayana dan Tantrayana mantra yang didedikasikan untuk mereka yang meninggal umumnya adalah mantra dari Buddha Amitabha. Mantranya adalah; Om Ah Mi Dewa Hri. Jika ikut dalam komunitas ajaran Buddha Mahayana atau Tantrayana biasanya komunitas akan mendedikasikan mantra sampai jutaan kali atau puluhan juta kali. Masing-masing anggota dari komunitas berkontribusi mendedikasikan mantra sesuai kemampuannya masing-masing. Ada yang seratus ribu kali atau dua ratus ribu kali dan berapa pun.
Tentu ada yang bertanya; bagaimana jika yang meninggal bukan seseorang yang mengikuti ajaran Buddha? Apakah bisa didedikasikan mantra tersebut?
Jawabannya; tentu bisa. Yang meninggal tidak baru sekali lahir sebagai manusia. Kita semua telah lahir milyaran kali bahkan tak terhitung jumlahnya dalam rentang waktu yang tak berhingga lamanya di ruang yang tak berhingga luasnya. Kadang sebagai dewa, kadang sebagai brahma, kadang sebagai manusia, kadang sebagai hantu, kadang sebagai binatang, kadang sebagai raksasa atau yaksa, kadang kita di neraka. Kadang kita bertemu ajaran Buddha, kadang tidak bertemu, kadang bertemu Guru Dharma, kadang tidak bertemu. Kadang kita bertemu Buddha-Buddha dari kalpa yang berbeda, kadang kita bertemu Buddha-Buddha dari tatanan alam semesta yang berbeda dari tatanan alam semesta yg kita tinggali saat ini.
Memorinya ada semua di kita. Ketika momen kematian, seseorang yang meninggal dibanjiri oleh memori. Memori dari yang mana pun bisa muncul. Ketika didedikasikan mantra ia bisa ingat memori-memori tentang ajaran Dharma dan karenanya ia menjadi confident, tidak ketakutan menjalani proses perjalanan berikutnya, sehingga ia dapat diselamatkan dari kelahiran-kelahiran rendah yang penuh penderitaan. Mendengar mantra yang didedikasikan ia mengingat ajaran, mengingat Guru Dharmanya, rasa bhakti dan suka citanya muncul dalam arus bathinnya karenanya ia dapat terselamatkan dari kelahiran di alam penderitaan. Arus bathin atau kualitas pikiran di momen kematian sangatlah penting sebab dikatakan itu lah yang menjadi penentu perjalanan berikutnya. Alam-alam kehidupan sejatinya adalah kumpulan dari kualitas-kualitas pikiran. Itu kenapa penting untuk melatih pikiran di keseharian sehingga di momen kematian menjadi mudah.
Memori kita dari masa yang lalu yang tak berhingga lamanya bisa dibangkitkan atau ditriger oleh bahkan hanya satu kata, atau oleh hanya satu gambar, bentuk, atau warna. Sebagaimana seseorang yang trauma akan hal buruk yang mana traumanya bisa dibangkitkan hanya oleh satu kata atau satu warna atau satu bentuk atau pola geometri tertentu, begitu juga kenangan akan hal-hal baik bisa dibangkitkan hanya oleh satu kata atau satu mantra saja. Om Ah Mi Dewa Hri
Dari status facebook @gedeagustapa 1 Pebruari 2023