Obsesi Surga-Neraka adalah Kebodohan.
Surga dan Neraka diajarkan di semua tradisi Dharma. Pada kenyataannya kata Surga dan Neraka berasal dari kosakata tradisi Dharma. Akan tetapi pesan semua tradisi Dharma sama; “Surga dan Neraka adalah ilusi. Bangun lah, terjaga. Ketakutan pada neraka dan mendamba surga adalah karena terjebak ilusi.”
Pesan semua tradisi Dharma hanya itu; terjaga lah, bangun, buka matamu, jangan hidup di dalam ilusi. Selama terjebak di dalam ilusi selama itu juga surga dan neraka ada dan menghantui.
Di dalam tradisi Dharma tidak ada yang menyatakan kalau ikut agama saya maka akan masuk surga, kalau tidak ikut agama saya maka akan masuk neraka. Tidak ada. Pesannya selalu sama; Bangunlah, jangan seperti orang mabuk yang mengira seutas tali sebai ular. Terjagalah.. Surga dan Neraka itu ilusi.
Dari sudut pandang tradisi Dharma orang yang ketakutan akan neraka dan terobsesi surga adalah orang mabuk, ngelindur, bodoh. Apa namanya mengira khayalan sebagai sesuatu yang nyata kalau bukan bodoh.
Bangunlah, terjaga.. jangan terjebak dalam ilusi. Jangan mau dibodohi oleh surga neraka. Kesejatian setiap individu melampaui surga neraka, melampaui segala perwujudan.
Mereka yang terjaga adalah Buddha. Arti kata Buddha adalah yang terjaga, yang tidak lagi terjebak oleh ilusi, yang tidak lagi mengira seutas tali sebagai ular.
Dari status facebook @gedeagustapa 27 November 2022