WALAUPUN

Walaupun Dewadata adalah seorang bhiksu sekaligus sepupu dari sang Buddha, hidup di dalam sangha, tapi karena ia gagal menjaga bathinnya dari keserakahan, iri, dengki, marah dan benci, ia akhirnya terlahir di neraka terbawah. Neraka Avici namanya. Ia gagal terbebaskan dari penderitaan di enam alam samsara.

Walaupun Ananthapindika bukan seorang bhiksu, namun ia mengikuti ajaran Buddha, menjaga pikirannya, ia terhindar dari kelahiran kembali di alam yg lebih rendah.

Walaupun Swasti adalah seorang kaum paria tak berkasta pembersih kotoran manusia namun karena bimbingan Sang Buddha dan karena ketekunannya berlatih ia mencapai tingkat kesucian Arahat dan menjadi seorang Brahmana yang sesungguhnya. Ia tidak lagi merasa hina dan minder.

Walaupun Anggulimala dan Milarepa melakukan kejahatan yang kejam, sadis dan berbahaya, namun karena mereka bertobat dan bersungguh-sungguh mengikuti ajaran Buddha dan berlatih dengan tekun mereka mencapai pembebasan dari kelahiran di enam alam samsara dan mencapai keBuddhaan.

Kualitas bathin lah yang terpenting.!!!

Berkerja di komunitas Dharma atau komunitas Spiritual menyelesaikan pekerjaan memanglah penting. Tapi jauh lebih penting menjaga kualitas bathin. Jaga kualitas bathin kita dan jaga kualitas bathin teman yang lain agar tidak muncul kekotoran; tidak muncul arogansi, tidak muncul marah, tidak muncul iri dan dengki, tidak muncul sedih dan jengkel, tidak muncul minder. Perlu sangat berhati-hati berbicara dan bersikap supaya tidak melukai saudara Dharma yg lain dan juga melukai diri sendiri. Kemurnian bathin jauh lebih penting daripada menyelesaikan pekerjaan. Ini lah bedanya berkerja di komunitas Dharma dengan komunitas biasa.

Jangan karena banyak menyelesaikan pekerjaan atau menyumbang atau berkontribusi kemudian merasa paling berkerja dan berhak marah pada yg lain, berhak ngenyek yg lain, atau merasa perlu dinomor satukan dan dihormati. Ini tidak benar. Hal seperti itu akhirnya hanya melukai diri sendiri dan melukai yang lain. Selain menyelesaikan pekerjaan tujuan utama berkerja di komunitas spiritual adalah melatih bathin. Lebih baik jangan berkerja daripada hanya mengotori bathin. Nanti nasibnya seperti Dewadatta. Kelihatannya saja ia berbuat baik dan berada di komunitas Dharma tapi sejatinya hanya melancarkan jalan bagi dirinya sendiri ke neraka atau alam-alam yang rendah.

Walaupun menerima ajaran-ajaran teknik yang khusus dan rahasia selalulah ingat Sila, Paramita dan Boddhicitta. Tanpa Sila, Paramita dan Boddhicitta ajaran-ajaran teknik khusus bisa menjadi racun. Bukannya terbebaskan malah terjerambab ke neraka.

Jaga kualitas bathin; jaga ketenangan dan kejernihan bathin. Kesadaran dari momen ke momen untuk menjaga pikiran, ucapan dan tindakan adalah sangat penting agar pekerjaan yang dilakukan benar-benar menjadi sebuah persembahan kepada Guru, kepada para Buddha dan Boddhisatwa juga kepada Dharma dan Sangha. Dengan cara seperti ini seorang praktisi Dharma menjaga dirinya dan juga menjaga yang lain.

Dari status facebook @gedeagustapa 18 Agustus 2022

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 210

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *