Kenyataan Pahit

Tak terbayangkan kesedihannya berpisah dengan yang dicintai. Apalagi ketika yang dicintai sedang dibangga-banggakannya. Sedang mesra-mesranya, dan umurnya belia. Belum puas dengan kebersamaan yang dijalani tiba-tiba terpisahkan. Seorang ibu yang kehilangan anaknya, seorang ayah yang kehilangan anaknya. Sungguh kesedihan yang luar biasa.

Jika belum pernah mengalaminya akan mudah saja berkata ini dan itu. Beda kalau sudah pernah mengalaminya.

Kenyataan pahit berpisah dengan yang dicintai adalah pasti terjadi pada kita semua. Sebab semua ini tidak kekal. Hanya masalah waktu. Ada yang mengalaminya duluan ada yg mengalaminya belakangan. Ini lah tamparan realita, cita rasa dari ketidak kekalan segala fenomena.

Setiap saat, orang yg kita cintai, orang yg kita jadikan sandaran, orang yg kita banggakan, yang dijadikan sumber kebahagiaan dan suka cita dapat diambil dari kita oleh kehidupan.

Sang Buddha mengatakan; banyaknya air matamu karena menangisi perpisahan dengan yang dicintai di seluruh kehidupanmu terdahulu jauh lebih banyak dari seluruh air di samudera.

Oh .. betapa tidak kekalnya segala sesuatu.. Tidak ada gunanya digenggam berlebihan.

Para pencari, … renungkanlah ini; ketidakkekalan segala sesuatu dan kesedihan karena menggenggamnya.

Dari status facebook @gedeagustapa 29 Mei 2022

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 210

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *