Kebenaran Sejati Kolong Meja
“Kolong meja yang sejati bukanlah kolong meja. Karena ia bukanlah kolong meja, maka ia adalah kolong meja yang sejati. Walau terlihat berbeda dan beraneka, kolong meja tetaplah satu dan tak terpisahkan.”
Kalimat ini sengaja terdengar paradoks. Bukan sedang berbicara tentang ruang di bawah sebuah meja, melainkan tentang cara pikiran memberi nama dan membatasi kenyataan.
Ketika kita mengatakan “kolong meja”, pikiran langsung membayangkan suatu ruang tertentu: berada di bawah sebuah meja, memiliki ukuran tertentu, dan dibatasi oleh kaki-kaki meja. Namun, apakah ruang itu benar-benar memiliki identitas sebagai “kolong meja”? Ataukah “kolong meja” hanyalah sebuah nama yang kita berikan karena kebetulan ada meja di atasnya?
Jika meja itu dipindahkan, apakah kolong meja ikut berpindah? Ataukah ruang itu tetap sama seperti sebelumnya? Jika meja dihancurkan, apakah kolong meja ikut musnah? Ataukah yang hilang hanyalah sebutannya?
Dari sudut pandang ini, “kolong meja” ternyata bukanlah suatu benda yang memiliki keberadaan tersendiri. Ia hanyalah penamaan yang muncul karena hubungan tertentu. Oleh karena itu, kolong meja yang sejati bukanlah kolong meja sebagai konsep yang dibayangkan oleh pikiran.
Karena ia tidak terikat oleh nama dan bentuk, justru di situlah “kolong meja yang sejati”.
Setiap meja memiliki kolong yang tampak berbeda-beda. Ada yang sempit, luas, tinggi, rendah, terbuat dari kayu, besi, atau batu. Namun ruang yang kita sebut sebagai kolong meja tidak pernah benar-benar terpisah dari ruang di sekitarnya. Batasnya hanyalah batas yang diciptakan oleh bentuk meja dan oleh pikiran yang memberi nama.
Walau terlihat berbeda dan beraneka, pada hakikatnya semua “kolong meja” adalah satu ruang yang sama, tidak lahir ketika meja dibuat, dan tidak lenyap ketika meja dihancurkan.
Paradoks sederhana ini mengajak kita melihat bahwa banyak hal dalam hidup sesungguhnya juga demikian. Nama, bentuk, identitas, bahkan “aku”, sering kali hanyalah penamaan yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Namun ketika ditelusuri lebih dalam, batas-batas itu tidaklah sekuat yang dibayangkan.
Inilah kebenaran sejati tentang kolong meja; selama kita melekat pada nama, kita melihat banyak kolong meja yang berbeda. Ketika nama dilepaskan, konsep dilepaskan yang tersisa hanyalah ruang yang satu, utuh, dan tak pernah terpisahkan. Kebijaksanaan pencerahan adalah melihat dengan jelas dan tanpa keraguan bahwa kolong meja tidak benar-benar ada namun dalam kehidupan sehari-hari kita dapat menggunakannya untuk berbagai keperluan.
Diambil dan dielaborasikan kembali dari status Facebook @gedeagustapa 29 Juli 2020.