Bhakti pada Leluhur

Cara terbaik membalas kebaikan orang tua adalah dengan memberikannya ajaran dan metode yang membebaskan mereka dari siklus kelahiran kembali di alam samsara (samsara punarbhawa). Tidak ada pemberian atau pun hadiah yang lebih mewah dari ini. Tidak ada. Pemberian duniawi yang hanya akan mengikat mereka lebih kuat di samsara ini adalah racun yang mematikan. Kelihatannya saja hadiah namun sejatinya racun.

Tapi sayangnya, sayang beribu-ribu sayang, kita tidak bisa menggantikan mereka dalam berlatih. Walaupun ajaran dan metode sudah diberikan namun jika mereka tidak berlatih, tidak bertekad kuat untuk mencapai pembebasan, tidak bertekad kuat untuk memurnikan bathin, mereka tidak dapat mencapai pembebasan. Tapi setidaknya mereka sudah tahu. Ketika sebuah informasi masuk ke dalam pikiran, hampir mustahil untuk menariknya kembali.

Kita telah lahir milyaran kali, tak berhingga jumlahnya. Lahir di era sekarang dengan ketersediaan ajaran yg berlimpah, akses pada Guru bisa dari mana saja, ini adalah kesempatan emas yang luar biasa. Jika ini disia-siakan belum tentu di kelahiran selanjutnya bertemu yang sepertini ini lagi. Di sepanjang sejarah manusia baru sekarang ajaran tersedia melimpah dan bisa diakses dari mana pun. Sungguh kasihan mereka yang menyia-nyiakan ini.

Apa pun kesenangan dan kenikmatan materi di dunia ini; dari yang paling biasa hingga yang paling mewah adalah bagaikan embun pagi di ujung daun. Pada akhirnya menguap hilang entah kemana diterpa hangat sinar mentari. Bahkan tubuh yang paling sehat dan kuat pun menjadi layu dan akhirnya mati. Apalagi kenikmatan di luar diri. Tanpa tubuh yang sehat kenikmatan dunia ini tiada artinya. Bahkan tubuh yang sehat yang merupakan harta dunia yang paling berharga pun sedang menguap menuju kelenyapannya. Mereka yang memiliki sedikit saja kejelian akan mengusahakan pembebasan sekarang, di kehidupan ini, saat ini juga.

Sekarang ini pun masih sangat banyak orang tua kita dari kelahiran terdahulu masih terjebak di kelahiran rendah, di neraka, di alam hantu dan setan kelaparan, di alam binatang, atau sebagai manusia yang menderita, terlunta-lunta dan sengsara. Oleh karenanya mereka yang telah merealisasi Dharma akan terus membagikan dan membimbing semua makhluk agar terbebas dari penderitaan dengan berbagai cara, dengan berbagai metode dan pendekatan.

Pada yang terlahir sebagai manusia dan memiliki kecerdasan, mereka memberi ajaran yang membebaskan. Pada yang tidak terlalu cerdas mereka membagikan ajaran moral untuk mencegah mereka lahir ke alam rendah. Pada yang menderita fisik dan sebagainya mereka memberikan bantuan makanan, materi atau penghiburan. Pada yang terlahir di alam rendah mereka berusaha mengurangi penderitaannya dan berusaha mengangkatnya. Mereka sejatinya sedang berusaha menyelamatkan sanak keluarga mereka dari kehidupan terdahulu, sedang berusaha menyelamatkan leluhur-leluhur mereka yang terlahir kembali. Ini lah bhakti terbesar mereka yang telah merealisasi ajaran Dharma pada leluhur. Tidak ada bhakti pada leluhur yang lebih besar dari ini. Tidak ada.

Gede Agustapa
Gede Agustapa
Articles: 212

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *